Tips Mendaki Gunung Untuk Menjadi Propesional

IMG_0137

Kegiatan mendaki gunung memang penuh tantangan, baik fisik maupun mental, tantangan juga banyak. berikut beberapa hal yang bisa di perhatikan saat Melakukan kegiatan mendaki gunung:

  1. Dalam pendakian team idealnya memilki formasi, dimana harus ada orang yang menjadi leader, time skipper+navigator dan sisanya anggota.
  2. Menjalani peran peran tersebut mengaharuskan kita untuk mengenal rekan 1 team kita dengan baik termasuk karakteristiknya dalam menempuh perjalanan, apakah sesorang tersebut senang berjalan dengan irama, atau gemar berjalan santai atau berjalan dengan kecepatan luar biasa hhe
  3. Penempatan personel (asumsi 7 peserta dalam 1 team) diurutkan berdasarkan kecenderungan yang kita analisa sebelumnya, dimana yang membawa beban cukup berat ditempatkan di depan barisan, agar dia bisa mengatur kecepatnnya sendiri, juga yang kondisi fisiknya jarang naik gunung atau jarang berkegiatan outdoor ditempatkan di urutan ke 2 sampai ke 4 juga agar bisa mengikuti yang berada didepan, sedangkan orang yang memiliki fisik dan sering melakukan pendakian, memiliki kemampuan fisik lebih, memiliki pengetahuan p3k ditempatkan di belakang agar bisa mengawasi dan bila dibutuhkan bisa berlari dengan cepat kedepan bila ada yang membutuhkan.
    (sebagai tips: menempatkan seorang personel laki-lak diatara 2 orang personel perempuan akan membuatnya menjadi lebih bersemangat. hiii)
  4. Mendaki gunung akan melatih kita untuk menjadi pribadi yang aware, baik terhadap alam maupun penghuni alam ini, jadi belajar menjadi seorang pendaki dimulai dengan mendaki dan menaklukkkan gunung ego yang berada di dalam fikiran dan hati kita.
  5. Menjadi seorang pendaki harus memiliki tanggungjawab dan kesadaran tentang kelestarian alam tempat iya berkunjung, menjadi bijaklah dengan membawa kembali sampah non organik, agar kelastarian alam yang saat ini di nikmati dapat terus dinikmati hingga anak cucu kita kelak.
  6. Sikap diatas dapat di refleksinya dengan cara memilih dan mengatur menu makanan secara bijak, sehingga sisa-sisa sampah untuk kosumsi kita bisa di minimalisir, ada ungkapan yang menyatakan bahwa, “kamu ada lah apa yang kamu makan” artinya apa yang kamu makan akan mempengaruhi kebiasan dan prilakumu, so jadi digunung juga harus nyusun menu makan, bukan hanya agar kalorinya cukup namun agar kelestariannnya terjaga. loh.. kok bisa?, jadi gini  menghindari makanan yang menggunakan /banyak menggunakan bungkus plastik merupakan pilihan yang bijak karen akan mengurangi sumbangsih sampah plastik, siasatnya adalah dengan menaruhnya ditempat yang nantinya bisa dibawa pulang kembali, sebahai contoh: bila diatas ingin minum kopi, ya bawa kopi yang sudah dibuka besera gulanya ditaruh di container kecil sehingga nantinya bisa diambil secukupnya hingga habis. dst.
  7. Pilihlah menu makanan yang simpel dan tetap menjaga pengalaman makanmu dalam kondisi baik. Pengalaman makan bisa berubah menjadi buruk loh bilamana rasa yang sebelumnya pernah ada terganti dengan rasa yang menyeramkan karena pengolahannya yang tidak tepat. so selalu buat catatan untuk mengupdate pengalaman mengatur menu makanan kalian saat naik gunung.
  8. Cukuplah dalam mengkonsumsi air, berlebihan akan menghilangkan manfaat air yang sesungguhnya, jadi alangkah baiknya bila membiasakan diri untuk mencatat kebutuhan air masing-masing.

demikian sekelumit hal yang bisa di perhatikan saat menjalani kegiatan naik gunung. semoga bermanfaat.

Ali Hasani.

Advertisements

Haruskah Dunia dan Akhirat di Seimbangkan?

Percakapan menyenangkan pun terjadi saat beberapa sahabat lama mulai bertemu kembali lewat pesan instan Whatsapp, karena lama saling tak menyapa dan lama sibuk dengan urusan  masing-masing. yang menjadi fakta utamanya adalah saya sendiri yang masih betah melajang. tak pelak saya pun menjadi bahan lelucon buat mereka, saya senang mereka selera humornya tidak berubah, saya senang karena mereka memperhatikan keadaan saya, saya senang karena mereka bisa memanfaatkan keadaan saya untuk meghibur mereka yang selama ini mungkin penuh dengan kemelut realita kehidupan rumah tangga mereka.

saling sapa dan menanyakan kabar ngomong ngalor ngidul, entah kenapa salah satu rekan kami undur pamit untuk melakukan yasinan. yang belakang baru ku tahu bahwa kesibukannylah yang menyebabkan iya baru bisa menyempatkan diri untuk membaca surat yasin utuk almarhum ayahnya, berprofesi sebagai bidan di daerahnya emmbuatnya lebih banyak meluangkan waktu untuk membatu oranglain dan mekesampingkan diri sendiri, kemanusiaanlah yang paling utama. yaa kurasa begitu.

Tetiba temanku seorang perempuan berujar:

” gitu mas ali dunia dan akhirat itu harus seimbang”.

kemudian terbesit pertanyaan spontanitasku.

” emang gimana caranya menyeimbangkan dunia dan akhirat?”

dan jawabannya pun tidak sesuai dengan harapanku. seiring grub tetiba sepi dan teman yang lainpun berusaha mengalihkan pembicaraan.

Sampai saat itu saya pun tersadar bahwa bahwa saya sendiripun masih belum tahu apakah dunia dan akhirat bisa di seimbangkan? apakah dunia dan akhirat butuh di seimbangkan? dan apakah ada totok ukur dan cara untuk menyeimbangkannya? hingga saat ini hanya tanda tanya besarlah yang tersisa. memang kata tesebut sangat sering di bicarakan, baik di warung koi hingga kafe mahal.

“iya kita harus bisa menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat”.

tapi apakah benar mereka yang mengucapkannya sudah pernah merasakan keseimbangan itu? sudah bisa merumuskan cara untuk menyeimbangkannya? atau ungkapan itu hanya untuk menutupi beberapa tindakan atau membenarkan suatu tindakan, entahlah. yang pasti saat ini ungkapan ini menjadi hal yang menarik bagi saya. suatu saat bila saya menemukan formulanya saya berbagi dan menuliskannya di blog saya ini.

Smartphone hanya untuk ???

“Tolong fotoin dong!” Sambil menyodorkan Pixel  saya.

Sekilas terlihat bahwa dia sangat gugup saat memegang hape, dan kemudian mulai mengambil gambar, beberapa detik berselang dia masih menunjukkan wajah kebingungannya,

“Kok g bisa ya? ” Tanyanya.

Saya pun beranjak dari pose bagus bersama rekan-rekan yang lain untuk mengecek hape saya.

” Dia mah g pernah pegang hape” sahut ibunya yang kebetulan berfoto bersama saya.

Setelah saya cek ternyata karena pengambilan fotonya berlangsung sangat cepat jadi dia mengira bahwa fotonya tidak ke ambil, nyatanya lebih dari 10 frame foto sudah masuk ke galeri.

Sejenak Saya sempat mengerutkan dahi, heran karena masih ada nih anak-remaja jaman now yang tidak di bekali smartphone oleh orang tuanya, pikiran singkatku malah berburuk sangka terhadap orang tua karena kalo anaknya kenapa-napa disekolah, coba dia harus gimana? Secara jaman now kalo anak SD pun banyak anak sekolah yang kirim WhatsApp ke ortunya saat jam sekolah sudah selesai dan meminta untuk dijemput. Namun anak remaja ini masih tidak diperbolehkan memakai alat komunikasi smartphone. Luar biasa, untuk sang anak dan sang orang tua, di zaman sekarang ini dimana punya gadget adalah hal yang wajar, ini malah masih ada orang tua yang tidak memberikan hp ke anaknya. Alasannya pun walau tanpa saya saya konfirmasi, dan setelah saya berfikir positif dan agak lama, jelas bahwa orang tua tersebut menjaga sang anak untuk bijak dalam mengunakan teknologi, dan lebih menekankan untuk menikmati usianya dengan tidak hanya menghadapi layar segi 4 itu( smartphone).

2 Tahun

Belakangan ini saya sering tertawa geli, banyak kelucuan orang- orang disekitar saya, hingga sampai kondisi dimana saya dianggap terlalu sombong. sombong terhadap apa coba..? apalah diriku ini yang hanya manusia biasa, yang 2 tahun lebih lambat, eh atau sebaliknya 2 tahun lebih lebih cepat. tentu saja ini hanya berkaitan dengan hal yang bisa di nalar manusia ya. bukan suatu hal yang bisa menyebabkan memnduakan keputusan yang mahakuasa. bisa di bilang 2 tahun ke depan dan 2 tahun yang lalu saya punya prediksi yang lumayan presisi. dan sekali lagi saya bukan peramal ya..hhhaa.

Beberapa kelucuan itu sebenarnya juga bagian kesadaran mereka yang mulai sampai pada posisi saya beberapa waktu yang lalu. oke baiklah hal yang saya bahasa ini terkait pemanfaatan Teknologi smartphone yang sedang menjamur saat ini yang tentu saja adalah Android. saya sendiri mulai menjadi penggemar berat Android sudah sejak 2011 dimana android pertama saya adalah android 1.8 yaitu dounat. Hingga suatu hari di tahun 2014 bulan maret tanggal 17 untuk pertama kalinya saya meminang android murni besutan google yaitu google Nexus 5 yang di rakit oleh LG.

Sejak saat itu pandangan saya terhadap Android mulai berubah 180 derajat. Mulai saat itu saya sangat senang mengoptimalkan semua fungsi dan Fasilitas yang ada di Nexus 5 tersebut, dan bisa di bilang mulai saat itu saya sangat-sangat mengoptimalkan pengunaan akun google saya.  jelas ini mempunyai dampak buruk terhadap saya dimana saya menjadi terllu fokus dan berhati-hati dengan layar 5 inchi itu. hingga beberap orang disekitar pun sering terabaikan. setahun berlalu saya sudah terbiasa dengan semua fasilitas yang di berikan google semua fasilitas yang di peroleh dari akun google tak luput dari percobaan saya. hingga sampai pada suatu keadaan dimana saya mualai merasa mahir dengan semuanya. akibatnya saya sering mengunakan dan mengoptimalkan seluruh fasilitass google sayang saat ini pada tahun 2018 teman-teman saya mahir mengunakannya.

Tahun 2015 saya sering mendapat penolakan saat mengajak teman2 saya untuk mencoba hal yang baru yang google sediakan, bahakan dikantor saya sendiri pun beragam penolahakan dengan alasan gimana nanti kalo g ada internet. wlalau saya bisa memaklumi , namun saya kadang merasa bodo amatlah kepada mereka, saya ajak untuk memanfaatkan teknologi biar hidupnya dan pekerjaannya lebih mudah malah g mau.  bergulir waktu taun 2017 adalah puncak saya tertawa geli melihat kelakuan teman-teman saya yang mulai kelihatan g melek teknologi, dimana mereka mulai curhat kesaya mengenai device mereka yang rusak dan contact mereka terpakasa hilang saat mereka berganti hape baru. banyak curhatan mereka yang pada intinya bila 2 tahun lalu mereka mulai membisaan dengan yang saya kenalkan kepada mereka, pasti hari ini kita akan bersenang-senang besama menikmati teknologi yang sedang indah-indahnya. dan saat bertemu dengankupun bukan penyesalan karena saat itu tidak belajar namun suasana sharing ilmu yang akan menjadi ladang pahala, dengan kondisi saat ini terpakasa saya harus sedikit tertawa karena melihat kesadaran mereka yang baru sampai setelah 2 tahun berlalu.

Upgrade man!!

Menarik sekali ketika suatu saat kita berada di dalam keadaan yang menghawatirkan, dimana kegelisahan menyeruduk tanpa ampun, keadaan memaksa untuk terjadi perubahan, pengalaman selalu menghalangi dan membatasi. Nurani pun bimbang. Namun tak usah khawatir kawan  , kamu hanya perlu memejamkan matamu dan kembali bermimpi, tembus seluruh batasan dengan santai.

Banyak usaha yang bisa kita lakukan untuk mengupgrade diri, salah satunya dengan membekali diri dengan ilmu, melakukan kebiasaan baik, menyadari setiap apa yang kita lakukan, dan selalu berpikir positif. Ya blog ini ditulis karena proses itu tidaklah mudah. Ini juga bagian dari saya untuk update diri. Dimana saya harus terus mengasah kemampuan menulis saya, dan menuangkan gagasan saya secara tertulis, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengupgrade diri, Pahamilah bahwa tanda-tanda Jika kita ingin diupgrade adalah dengan hadirnya sebuah kerisawan atau kegelisahan. Itulah yang saya alami. Tiba-tiba saya risau dan khawatir tanpa jelas entah karena apa Namun yang pasti tubuh saya mengisyaratkan harus adanya harus adanya perubahan. Dan secara naluriah saya mengikuti isyarat tersebut.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat untuk diri saya bahwa bila suatu saat saya lelah, saya ingat Mengapa semuanya itu saya mulai. Karena kadang saya melakukan sesuatu bukan karena saya ingin dipuji tapi karena saya ingin melakukannya. Walaupun untuk beberapa hal saya sering mendapatkan goal akhir yang ingin saya capai.

Suasana pagi itu

Pagi yang biasa seperti biasanya langkah kecil membelah embun pagi dan kabut dingin, terdengar riang dan riuh, sang mentari yang massih malu-malu menapakkan diri, tertutup kabut embun dan rimbunnya pepohonan, namun langkah kecil itu semangkin riuh berjalan menapaki jalan yang penuh embun, perlahan mulai nampaklah seragam putih merah dari mahluk2 yang meriangkan pagi itu. Tidak begitu jauh memang hanya 7 km dari gubug yang penuh kehangatan, sebuah tempat yang penuh kenangan dan juga menjadi tumpuan untuk masa depan, tempat itu memang tidak terlihat, karena rimbunnya pepohonan, namun langkah kecil selalu bersemangat mendatangi tempat tersebut. Adalah SD 11 54 56 sebuah SD Inpres yang dibangun di era itu. Walau tempat itu tidak selalu teringat di masa kini namun perannya sangat banyak untuk mengantarku hingga saat ini. 

Tak Begitu banyak yang bisa ku kenang saat  berada di situasi itu, bahkan beberapa temanku hanya sedikit Yang kuingat, kalau dihitung dengan semua jari Mungkin cukup, namun banyak cerita masih kuingat. Saat kelas satu SD tidak banyak kejadian penting yang bisa ku ingat enggak ini karena kelas satu hanya mengalir begitu saja, kelas 2 mulai banyak kenakalan yang masih kuingat di mana aku kena hukum karena menutup pintu dan mendorongnya dari dalam, aku kena hukum karena Bajuku robek akibat main samber elang, aku ingat temanku naik sepeda dan jatuh ke dalam kolam, aku ingat kakiku menabrak seng sekolah yang roboh. Kelas 3 di sini mulai banyak kenangan di mana aku saat itu menjadi ketua kelas yang sangat terkenal tangan besi, tidak ada satupun temanku yang berada ribut di dalam kelas karena akan ku catat dan melaporkan ke guru, dan deretan Kisah Lainnya, kelas 4 SD di sini ada beberapa moment lucu yang mulai timbul di mana aku menjadi bahan tertawaan satu kelas karena meniru gaya seorang guru yang sedang mengajar. Kelas Lima hampir sama tidak begitu banyak hal yang berkesan hanya saat itu aku ingat kami berdua aku dan seorang gadis kecil pergi meninggalkan sekolah untuk meninggalkan tanggung jawab Kami, kami berdua pergi ke pelabuhan. Sedang di kelas 6 aku tak banyak ingat momen yang berkesan. 

Wah sayang sekali ternyata mulai banyak hal yang sudah tidak bisa ku ingat, mungkin pelan-pelan hal yang ingat akan ku tulis dan akan ku tambahkan suatu saat nanti ilah hal-hal berkesan yang dulu pernah terjadi teringat kembali. Semoga ini adalah awal yang baik. 

Dulu Nexus sekarang Pixel . Apa Bagusnya?

 

 

 

Agak kecewa Emang ketika Google memutuskan untuk mengganti di nama Nexus menjadi pixel, namun hal itu tidak menyurutkan minat saya untuk memiliki device besutan Google tersebut. Setelah sebelumnya memakai Nexus 5x dan mengalami bootloop internasional. Akhirnya saya memutuskan untuk meminang pixel, walau harganya terbilang tidak murah kala itu.

Kadang beberapa orang akan heran Hah untuk HP saja menghabiskan biaya sebesar itu? Saya selalu mengacuhkan pertanyaan tersebut mengingat memang faktanya bahwa Google pixel Ini adalah sangat mahal untuk kantong orang Indonesia, tapi ada kepuasan pribadi ketika berhasil membeli dan menggunakan Google pixel. Banyak hal mumpuni yang tidak terdapat pada HP lain walaupun dengan kelas dan harga yang sama, bahkan rival sejatinya Google yaitu iPhone, menurut saya tidak bisa menandingi apa yang ditawarkan Google pixel kepada usernya.

Untuk perangkat Google pixel pertama akan mendapatkan unlimited free storage untuk Google Photos dengan kualitas gambar yang asli, hal ini sangat sangat menguntungkan bagi saya karena secara pribadi saya adalah orang yang senang dan gemar mengambil gambar walaupun saya sendiri sangat jarang memamerkannya kepada orang lain, namun dengan unlimited storage tersebut membuat kekhawatiran saya bahwa akun yang saya miliki akan mengalami over quota menjadi hilang. Ada banyak hal yang ditawarkan Google kepada user Google pixel, selain penyimpanan online yang unlimited, juga Google menawarkan hasil jepretan kamera yang sangat mengagumkan. Sejauh ini di antara rekan-rekan saya Saya berani sombong bahwa jepretan dari Google pixel is the best. Saya agak susah menjelaskannya Lebih Detail namun bila suatu saat anda ingin membeli HP baru atau smartphone baru cobalah membeli Google pixel.